Hubungan Konsumsi Harian Rokok Terhadap Antibodi IgG S1RBD Pasca Vaksinasi COVID-19 pada Civitas Akademik

Authors

  • Amalia Putri Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Wahdah Norsiah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Tini Elyn Herlina Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • H. Haitami Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Dinna Rakhmina Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.31964/jkgs.v1i1.29

Keywords:

Antibodi IgG S1RBD, Konsumsi Harian Rokok, Vaksinasi COVID-19

Abstract

Vaksinasi dinilai sebagai cara paling efektif untuk penanganan pandemi akibat COVID-19. Vaksinasi memiliki efek yang berbeda pada tiap individu. Kandungan nikotin dalam rokok diduga menghambat aktivasi kekebalan bawaan dan adaptif, sehingga mempengaruhi pembentukan antibodi yang diinduksi dari vaksinasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan konsumsi harian rokok seseorang dengan kadar antibodi IgG S1RBD. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan metode cross sectional study pada civitas akademik yang memiliki kebiasaan merokok. Hasil penelitian dari 28 responden didapatkan kadar rata-rata antibodi IgG S1RBD pada responden dengan konsumsi harian rokok 1-10 batang/ hari sebesar 255,59 IU/mL, 11-20 batang/ hari sebesar 173,15 IU/mL, lebih dari 20 batang/hari sebesar 143,79 IU/mL, dan pada non perokok sebesar 279,21 IU/mL. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,000 sehingga disimpulkan semakin tinggi konsumsi harian rokok seseorang maka semakin menurun antibodi IgG S1RBD dalam tubuhnya.

 

Downloads

Published

2023-11-09